Bahasa Inggris menjadi salah satu bahasa internasional yang sangat penting untuk dikuasai, terutama dalam era global seperti sekarang ini. Salah satu kata yang sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari adalah kata “really”. Meski tampak sederhana, kata ini memiliki beragam arti dan fungsi yang bisa membingungkan bagi pembelajar bahasa Inggris, terutama pemula. Artikel ini akan mengupas tuntas arti dari really, lengkap dengan contoh penggunaannya dalam berbagai konteks yang mudah dipahami oleh pembaca Indonesia. Rahasia Kesuksesan Comeback: Cara Bangkit dan Lebih Kuat
Apa Itu “Really”?
Kata “really” adalah sebuah kata keterangan (adverb) dalam bahasa Inggris yang berfungsi untuk menegaskan atau menambah intensitas makna sebuah kata, frasa, atau kalimat. Dalam bahasa Indonesia, “really” bisa diterjemahkan menjadi kata seperti “benar-benar”, “sungguh”, “amat”, atau “sebenarnya” tergantung konteks kalimatnya.
Meskipun kata ini singkat, “really” sangat fleksibel dan sering digunakan dalam keseharian, baik secara formal maupun informal.
Beragam Arti dan Fungsi “Really”
1. Sebagai Penegas (Intensifier)
Fungsi paling umum dari “really” adalah sebagai penegas untuk menunjukkan sesuatu yang dilakukan atau terjadi dengan sungguh-sungguh atau tingkat yang tinggi. Artikel lifestyle dan inspirasi
Contoh:
- She is really happy today. (Dia benar-benar bahagia hari ini.)
- This book is really interesting. (Buku ini sangat menarik.)
- I really like that song. (Saya sangat suka lagu itu.)
2. Untuk Menyatakan Kejujuran atau Kepastian
“Really” juga dapat digunakan untuk menegaskan bahwa sesuatu memang benar, biasanya di awal atau akhir kalimat.
Contoh:
- Really, I can’t come to the party. (Sungguh, saya tidak bisa datang ke pesta.)
- You did really well on the test! (Kamu memang benar-benar hebat dalam ujian itu!)
3. Sebagai Ekspresi Keheranan atau Penegasan dalam Pertanyaan
Ketika digunakan dalam kalimat tanya, “really?” sering berarti “benarkah?” atau “serius?” untuk mengekspresikan keheranan atau keraguan.
Contoh:
- Really? You’re going to move to another city? (Benarkah? Kamu akan pindah ke kota lain?)
- Really? That happened yesterday? (Serius? Itu terjadi kemarin?)
4. Dalam Percakapan Sehari-hari sebagai Ungkapan Singkat
Dalam bahasa percakapan, “really” kadang dipakai sendirian sebagai respons singkat untuk menunjukkan ketertarikan, keraguan, atau sindiran.
Contoh:
- A: I finished the project in just one day.
B: Really? - A: I won the lottery!
B: Really! (ungkapan kekagetan atau heran)
Perbedaan “Really” dengan Kata Serupa
Really vs Very
Seringkali orang bingung membedakan “really” dan “very” karena keduanya sama-sama berfungsi sebagai penegas. Namun, ada beberapa perbedaan kecil di antaranya:
- Very biasanya lebih formal dan digunakan untuk menegaskan kata sifat dan kata keterangan.
- Really lebih fleksibel, bisa dipakai juga untuk kata kerja, dan terasa lebih natural dalam bahasa percakapan sehari-hari.
Contoh: Ciri-ciri Orang Sombong yang Perlu Kamu Ketahui
- She is very beautiful. (Sangat cantik – formal)
- She really loves chocolate. (Dia benar-benar suka cokelat – lebih natural)
Really vs Actually
Kata “actually” sering diartikan sebagai “sebenarnya” dan digunakan untuk memperbaiki informasi atau memberikan fakta baru yang kontras dengan asumsi sebelumnya. Sedangkan “really” lebih berfungsi sebagai penegas atau ekspresi keheranan.
Contoh:
- I thought he was from Japan, but he is actually from Korea. (Saya kira dia dari Jepang, tapi sebenarnya dia dari Korea.)
- He really likes jazz music. (Dia benar-benar suka musik jazz.)
Cara Menggunakan “Really” dalam Kalimat Sehari-hari
Berikut ini beberapa tips praktis agar kamu bisa menggunakan kata “really” dengan tepat dalam percakapan atau tulisan sehari-hari.
1. Gunakan “really” untuk menegaskan perasaan atau opini
Kalau kamu ingin menegaskan perasaan positif atau negatif, kamu bisa letakkan “really” sebelum kata sifat atau kata kerja.
- She is really tired after work. (Dia benar-benar lelah setelah kerja.)
- I really enjoy watching movies. (Saya benar-benar menikmati menonton film.)
2. Jika kamu ingin merespons sesuatu dengan rasa ingin tahu atau tidak percaya, pakai “really?”
- Kamu bilang belum makan? Really?
- Dia akan pindah ke luar negeri? Really?
3. Jangan terlalu sering mengulang kata “really” dalam satu kalimat
Walaupun “really” berfungsi baik sebagai penegas, mengulangnya berlebihan justru akan membuat kalimat terdengar kurang alami.
Contoh yang baik:
- I really love this place.
Contoh yang kurang baik:
- I really really like this place. (terlalu berlebihan)
4. Gunakan “really” dengan tepat dalam kalimat negatif atau pertanyaan
Dalam kalimat negatif, “really” memberikan kesan bahwa sesuatu itu tidak terjadi atau dirasakan.
- I don’t really know the answer. (Saya sebenarnya tidak tahu jawabannya.)
Dalam pertanyaan, “really” mengekspresikan rasa ingin tahu atau keraguan.
- Did you really see him yesterday? (Benarkah kamu melihat dia kemarin?)
Contoh Percakapan Menggunakan “Really”
Berikut adalah contoh percakapan singkat yang menggunakan kata “really” dalam berbagai posisi dan maksudnya:
Siti: I just finished the book you lent me.
Dewi: Really? What did you think?
Siti: It was really interesting and kept me hooked until the end.
Dewi: I’m glad you liked it! I really enjoyed reading it too.
Siti: Yeah, the story was really unique.
Dewi: Do you want to borrow another book?
Siti: Really? That would be great!
Kesimpulan
Kata “really” adalah salah satu kata keterangan yang sangat berguna dan fleksibel dalam bahasa Inggris. Dengan menguasai arti dan cara penggunaannya, kamu bisa membuat kalimat yang lebih ekspresif dan alami. Ingatlah untuk menyesuaikan maknanya sesuai konteks, misalnya sebagai penegas, ungkapan keheranan, atau memastikan kebenaran suatu pernyataan. Semakin sering kamu berlatih dan mendengar penggunaan “really” dalam konteks yang berbeda, kamu akan semakin terbiasa dan lancar menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari.
FAQ Tentang Arti dari “Really”
Apa arti kata “really” dalam bahasa Indonesia?
Dalam bahasa Indonesia, “really” biasanya diterjemahkan sebagai “benar-benar”, “sungguh”, “amat”, atau “sebenarnya” tergantung konteks kalimatnya.
Bagaimana cara menggunakan “really” dalam kalimat positif?
Kamu bisa menggunakan “really” sebelum kata sifat atau kata kerja untuk menegaskan perasaan atau opini, seperti “I really like this” yang artinya “Saya benar-benar suka ini”.
Apakah “really” sama dengan “very”?
Keduanya sama-sama penegas, tapi “really” lebih fleksibel dan natural dalam percakapan sehari-hari, sedangkan “very” lebih formal dan biasanya hanya menegaskan kata sifat atau kata keterangan.
Bagaimana menggunakan “really” dalam kalimat tanya?
Dalam kalimat tanya, “really?” digunakan untuk mengekspresikan keheranan atau keraguan, contohnya “Really? You’re moving to Jakarta?” yang artinya “Benarkah? Kamu pindah ke Jakarta?”
Apakah boleh mengulang kata “really” dalam satu kalimat?
Meskipun terkadang digunakan untuk menambah penegasan, mengulang kata “really” berlebihan bisa membuat kalimat terdengar kurang alami. Sebaiknya gunakan satu kali saja dalam kalimat.